Saturday, August 11, 2012


Menggunakan backdoor, hacker jarak jauh dapat mengakses komputer Anda tanpa Otentikasi apapun dan melakukan apapun yang hacker inginkan. Saya akan memberitahu Anda beberapa fitur dari sisa dari mereka Anda perlu mencoba dan mencari tahu. Program ini:

Bekerja sebagai logger kunci.
Kirim Informasi apapun dari PC ke PC Korban Hacker itu.
Menjalankan program pada PC Korban.
Menampilkan setiap gambar pada layar Melanggar korban.
Buka CD Drive dari PC Korban.
Membuka halaman Web pada Layar Korban.
Menonaktifkan kunci khusus atau Keyboard keseluruhan.
Shutdown PC Korban.
Mulai Lagu di PC.etc.etc Korban ... ... ... ... ..

Yang mundur terbaik yang saya temukan adalah Back Orifice jadi saya akan membahasnya.

Kembali Lubang
========

Back Orifice merupakan salah satu program backdoor paling umum, dan salah satu yang paling mematikan. Nama mungkin tampak seperti lelucon, tapi pasti, ancaman itu nyata. Kembali Lubang didirikan pada Cult dari kelompok Sapi Mati. Back Orifice adalah program Open Source. Ancaman utama dari software ini adalah bahwa dengan membuat beberapa perubahan pada kode siapa pun bisa membuatnya tidak terdeteksi dengan Program Anti virus yang berjalan pada komputer Korban. Selain dari judul yang aneh, program biasanya mendapat pelabuhan 31337, referensi untuk fenomena "Lit" adalah populer di kalangan hacker.

Dasar Kembali Lubang terdiri dari 2 bagian utama. "Klien" dan "server".
Klien adalah bagian dari Bo2k yang Anda gunakan untuk mengontrol comp pihak lain. Dengan defult, itu bo2kgui.exe
Server adalah file yang Anda instal di comp pihak lain dalam rangka untuk mengontrolnya. Dengan defult, itu bo2k.exe.
Jangan pernah menjalankan bo2k.exe di comp sendiri kecuali Anda tahu apa yang Anda lakukan.
Komponen lain adalah plugin ipmortant. Sederhananya, Plugin addon untuk Bo2k. Mereka meningkatkan kekuatan Bo2k.
Untuk daftar plugin untuk Bo2k, goto Situs resmi Bo2k.
Untuk mengendalikan comp pihak lain, Anda harus terlebih dahulu mengirim memutuskan bo2k ke pihak lain, dan sekali pihak lain berjalan, Anda hanya mulai klien bo2k Anda dan menggunakannya Anda dapat menegaskan kontrol Anda.

Cara menggunakan Back Orifice?
=================

Bagaimana menggunakannya? Pertama, Anda harus mengkonfigurasi kedua klien dan server. Pertama mari kita mengkonfigurasi server.

Download salinan dari Bo2k dan unzip.
Kemudian jalankan bo2kcfg.exe file.
Sebuah jendela akan muncul menyambut Anda ke wizard konfigurasi bo2k.
Klik pada berikutnya (Untuk para ahli, mereka tidak menggunakan wizard, mereka mengkonfigurasi manually.But satu hal pada suatu waktu pertama.)
Lalu wizard akan meminta Anda untuk file server bo2k (yang bo2k.exe).
Dengan defult Anda hanya perlu klik next. Namun jika Anda mengubah nama atau menyimpannya di folder lain, pergi browsing untuk itu.
Sekarang akan menanyakan apakah Anda ingin koneksi TCPIO atau koneksi UDPIO. Aku akan recommand TCPIO.
Sekarang mereka akan menanyakan apa port yang Anda inginkan untuk mendengarkan. Yang lebih populer adalah 6666, 54321, 33137, 31336 dan 4444. Cobalah untuk advoid ini. Cobalah menempatkan sejumlah yang dapat Anda ingat dengan mudah. Hindari 12345, 1080, 8808.
Sekarang mereka akan meminta Anda untuk jenis enkripsi Anda. Biasanya Anda hanya mendapatkan untuk memilih pilihan XOR. Jangan memilih 3DES jika Anda tidak di AS.
Sekarang mereka akan menanyakan apa password yang ingin Anda use.Choose satu dan mengingatnya.
Kemudian klik selesai. Wizard konfigurasi akan otomatis bagian Klien untuk Anda. Bersabarlah Anda dapat menggunakannya segera.
Sekarang dikirim bagian server (bo2k.exe) kepada pihak lain dan pihak lain ketika berjalan, Anda akan dapat menyambung ke.

Apa yang harus dilakukan ketika korban klik di server?
============================

Mulai bo2kgui.exe.
Klik pada file, kemudian server baru.
Ketik apa yang pernah nama yang Anda ingin menyebutnya.
Sekarang ketik alamat ip dari pihak lain. Jika Anda tidak tahu itu, maka Anda beruntung.
Jika pihak lain di irc, hanya goto irc dan ketik / dns dan Anda akan mendapatkan ip (plz dun termasuk <> saat mengetik / dns).
Sekarang klik pada koneksi. Anda akan melihat jendela mengatakan "retriving kemampuan server Silakan tunggu ..."
Namun jika Anda melihat "Tidak dapat terhubung ke server remote" yang berarti pihak lain baik tidak menjalankan Bo2k.exe atau ia berada di belakang firewall atau mungkin dia telah pergi offline. Maka Anda beruntung. :)
Satu Anda telah connnect, pada jendela yang tepat Anda harus melihat beberapa folder. Saya akan menjelaskan fungsi di dalam folder di posting berikutnya.

Download Kembali Lubang 2000
===================

Back Orifice 2000 dapat didownload di alamat berikut: http://sourceforge.net/projects/bo2k/

Bagaimana cara menghapus Kembali lubang 2000
======================

Menghapus Back Orifice 2000 mungkin mengharuskan Anda mengubah pengaturan registri. Untuk menghapus itu pada 7 langkah sederhana, lihat diagram di bawah ini.

Klik Start> Run, dan ketik "regedit" (tanpa tanda kutip)
Ikuti jalan di bawah ini: HKEY_LOCAL_MACHINE \ Software \ Microsoft \ Windows \ CurrentVersion \ RunServices "
Sekarang mencari di kotak kanan: "Para umgr32 = 'c: \ windows \ system \ umgr32.exe"
Klik kanan pada entri ini dan klik Hapus. Sekarang restart komputer Anda.
Setelah restart hanya membuka Windows Explorer. Pastikan Anda dapat melihat semua ekstensi terdaftar. Untuk melakukannya, pilih "View Options dan mengkonfigurasi pengaturan yang sesuai.
Pergi ke direktori SYSTEM \ WINDOWS, dan menemukan "umgr32.exe" file. Setelah Anda menemukannya, hapus.
Keluar dari Windows Explorer dan reboot lagi.

CATATAN:
=====

Hanya untuk tujuan pendidikan dan Jika saya mendapat respon yang baik pada itu, saya furthur akan menjelaskan fungsi dari folder dan juga cara menambahkan plugin di it.So memberikan komentar Anda jika Anda seperti itu!!

Posted on 8:17 PM by Unknown

No comments

Tuesday, August 7, 2012

Diagram konsepsual dari Komputasi awan
Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service),  sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain.
Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakupSaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server.

Posted on 4:12 PM by Unknown

No comments

Anda yang biasa browsing di situs softpedia.com untuk mencari antivirus, tentu mengenal Blue Atom Antivirus. Tetapi, tahukah Anda siapa pencipta antivirus ukuran 2,5 MB yang mampu menjaring sekitar 4.000 virus dalam dan luar negeri itu?

Dia adalah Alvin Leonardo (14) siswa kelas IX E SMP Katolik Stella Maris, Surabaya.

Hebatnya, karya arek Suroboyo ini secara resmi telah mendapat garansi 100 persen clean oleh
 softpedia pada 19 Oktober 2009.

Meski menjadi salah satu penghuni kelas unggulan di sekolah, Alvin adalah sosok siswa bersahaja. Tak terlihat istimewa. Rambut pendek dan badan sedikit kurus. Tapi, ia memang lebih menguasai pemrogaman komputer dibanding rekan-rekannya.

Alvin mulai rajin mengotak-atik program komputer sekitar tiga tahun lalu. Saat itu, dia baru saja duduk di bangku SMP dan untuk pertama kali memegang komputer. Awalnya, dia hanya suka main game. Tapi, rasa ingin tahunya berkembang ketika melihat program visual basic dalam hard disk komputer.

“Waktu itu saya penasaran, program itu untuk apa? Cara kerjanya bagaimana? Lalu saya otak-atik sampai akhirnya tahu,” ujarnya. Kemampuan Alvin mengotak-atik program komputer didapat secara otodidak. Ia tidak pernah mengikuti kursus komputer atau mendapat bimbingan khusus di bidang pemrograman.

Hanya dalam kurun waktu sekitar dua tahun, Putra pasangan Muliani Tedjakusuma dan Surya Mutiara itu sudah menguasai bahasa pemrogaman visual basic, c#, dan asmbler (ASMX 86).

Kemampuan menguasai tiga jenis bahasa pemrogaman itulah yang mengantar Alvin membuat antivirus. Karya itu lahir dari keluhan orang-orang di sekitar. “Banyak saudara dan teman jengkel karena komputer atau flash disk diganggu virus. Saya lihat sistem kerja antivitus itu gampang, jadi saya buat sendiri,” ungkap anak tunggal itu.

Alvin berhasil menyelesaikan proyek antivirusnya pada September 2009. Semula ia menamakan karyanya Fire Antivirus. Tapi, karena nama itu sudah pernah ada, ia lalu mengubah dan memberi nama karyanya Blue Atom Antivirus. “Biru itu melambangakan ketenangan dan atom merupakan bagian terkecil dari semua benda, itu melambangkan antivirus saya yang kapasitasnya cukup kecil,” papar Alvin. Selanjutnya ia mendaftarakan karyanya ke softpedia secara online. “Saya sempat kesulitan mendaftar, karena harus mencari website yang bisa menjadi pengantar untuk masuk ke softpedia, karena saya tidak punya server sendiri. Tapi, akhirnya bisa menggunakan sourceforge,” terang Alvin.

Selang beberapa hari setelah mendaftar ke softpedia, Alvin mendapat jawaban melalui email yang menyatakan antivirus buatannya sudah lolos uji coba dan dijamin sehingga bisa diunduh secara langsung melalui softpedia.

Selain berkapasitas kecil dan bisa menyeleksi lebih banyak virus, Blue Atom Antivirus diklaim bisa bekerja dalam waktu singkat. Antivirus ini bisa digunakan untuk komputer dengan spesifikasi sederhana sekalipun.

Tidak puas dengan karya antivirus yang sudah mendapat sertifikasi softpedia. Alvin terus mengembangkan karyanya. Hasilnya, dalam waktu singkat ia sudah me-launching pengembangan antivirus Blue Atom karyanya dengan tambahan beberapa keunggulan. Versi baru Blue Atom

Antivirus kini dilengkapi karantina, clean, fitur antivirus untuk game yang disebut game mode dan fitur protective flashdisk. Pengembangan antivirus Blue Atom kembali didaftarkan Alvin ke Softpedia, Kamis (15/10). Ia berharap versi baru Blue Atom Antivirus bisa kembali mendapat lisensi dari Softpedia beberapa hari ke depan. “Kalau dapat lisensi lagi itu bisa menjadi hadiah ulang tahun,” harap bocah yang tinggal di Jl Muria Surabaya itu.

Pakar IT yang juga dekan FTIf ITS Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD menyatakan, bahasa pemrograman komputer tidak mudah dikuasai siswa, apalagi SMP.

“Kalau memang dia (Alvin) bisa menguasai bahasa pemrograman, berarti dia termasuk anak yang serius belajar, hebat dia,” puji Ryan. Terkait antivirus buatan Alvin, Ryan hanya mengingatkan bahwa sistem kerja antivirus adalah kemampuan untuk melihat sesuatu yang tidak wajar dalam kerja komputer.

Antivirus berfungsi untuk mendeteksi hal yang tak wajar itu untuk kemudian mengendalikannya. Karenanya, pembuat antivirus dituntut untuk terus mengupdate, supaya tetap bisa berfungsi baik jika sudah ditemukan virus-virus baru. “Anak-anak seperti dia perlu diperhatikan. Untuk meningkatkan kemampuan, dia bisa diikutkan lomba-lomba pemrograman,” tambah Ryan. Lebih lanjut, ia berharap potensi seperti Alvin bisa dibina untuk menjadi hacker ‘ilmu putih’ untuk menyosialisasikan fungsi penguasaan program komputer dan IT untuk membantu mencari solusi bagi segala keperluan.

Posted on 4:11 PM by Unknown

No comments

Siapa yang tidak kenal dengan Antivirus keluaran PCMedia sang PCMAV. Antivirus yang dideteksi oleh beberapa vendor antivirus luar negeri sebagai virus. Dalam Website resminya www.virusindonesia.com, mereka mengklaim bahwa PCMAV adalah satu-satunya antivirus di dunia yang paling tangguh untuk mengatasi virus komputer yang menyebar luas di Indonesia, baik jenis lokal maupun mancanegara (asing), secara akurat dan tuntas 100%..

Tapi apa anda tahu siapa sebenarnya sang pencipta PCMAV ini? apa anda tau pro dan kontra yang terjadi dalam PCMAV?

Pencipta PCMAV adalah Anton R Pardede

PCMedia Antivirus atau jamak disebut sebagai PCMAV, sebuah antivirus buatan PCMedia akhir-akhir ini kembali dideteksi oleh beberapa vendor antivirus luar negeri sebagai virus. Contoh yang paling ironik adalah terdeteksinya PCMAV sebagai virus oleh NOD32, AntiVir, AVG dll.

Nah, PCMAV melalui situs resminya di http://www.virusindonesia.com/ kemudian mengklarifikasi kejadian deteksi AVG,

Kasus yang paling ironik adalah terdeteksinya PCMAV oleh NOD32, padahal secara blak-blakan PCMedia menggunakan NOD32 sebagai software untuk scanning CD/DVD yang dipaketkan dengan majalahnya. Lah, padahal pada tiap footnote CD/DVD dicantumkan 100% Virus Free, ini bohong atau gimana?

Oke, mungkin kutipan-kutipan diatas belum bisa memberi gambaran tentang kecurigaan sejumlah vendor antivirus sehingga membuat mereka memutuskan bahwa PCMAV adalah virus (Trojan tepatnya). Namun kita bisa tarik sejarahnya ke belakang menyasar ke para pembuatnya

Yang mungkin kebanyakan dikenal adalah Anton Reinhald Pardede dan satu lagi adalah Arief Prabowo. Hmm, paling menarik adalah sejarah tentang Anton Pardede! Dia yang juga Chief Editor PCMedia, PCMild dan Chief Antivirus Researcher PCMedia.

Kelamnya Anton dulu.

Anton termasuk orang lama dalam dunia IT Indonesia, mungkin tepatnya sejak 95 keatas. Berpendidikan hampir sarjana, lalu bekerja disejumlah perusahaan sekuriti dan penerbitan.

Kisah anton tentang kesarjanaannya lumayan menarik, kuliah malas-malasan dan ingin nilai tinggi, akhirnya mengambil jalan pintas, merubah nilai-nilai di Univ. Binus. Itulah sebab kenapa dia di DO (Drop Out) dengan tidak hormat. Dan mengejutkan lagi, tindakan mengubah-ubah nilainya (dari D menjadi A) itu dilakukan tidak dengan tangan halus, Kasar, a.k.a Lamer! Dia merusak jaringan puskom Binus berbekal password curian. he3x

Kasus lain yang cukup heboh adalah menyebarnya virus Phardera pada sekitar tahun 1997-1999, yang merupakan virus Makro yang cukup merusak Microsoft Office pada waktu itu. Siapa yang membuatnya? Nicknamenya adalah Phardera, who is Phardera? He3x, ya si Anton Pardede! Kenapa? Lihat bukti kutipan berikut: (cari via google: Phardera Virus):

Kutipan diatas menggambarkan terdapat string pada Phardera.A, yang bertuliskan Anton R. Pardede dan Dianita SR, Jakarta, Batavia, Indonesia dll.

Mungkin anda yang kebetulan adalah pembuat virus, menganggap apa yang dilakukan anton adalah biasa saja. Tapi tunggu dulu bung! Anton a.k.a Phardera melakukannya waktu dia masih bekerja di PT Mikrodata bagian Antivirus dan kemudian dilanjutkannya di Elex Mediakomputindo, juga dibagian security antivirus!

Ironis buangeeetsss, apakah itu salah satu contoh dongeng bisnis kotor para vendor antivirus yang membuat virus yang menyebar luas supaya produk mereka laris. Dan memang terbukti antivirus yang (diklaim) dibuat oleh anton/phardera seperti CIH atau SVCIH laris dipasaran, Mikrodata kebanjiran order, Elex Media pun juga mendapat oplah lebih! Wah, parah ngga?

Sekarang kita tarik sejarah itu maju sedikit ke beberapa tahun kemudian, tepatnya akhir tahun 2005 awal 2006. Saat itulah PCMedia Antivirus (PCMAV) dirilis pertama kali pada Maret 2006. Menariknya beberapa bulan sebelumnya Indonesia dilanda epidemi virus Brontok baru yang dibuat dengan C++ (bukan lagi VB, padahal yang tersebar sourcenya itu VB ? :) dan demam brontok lawas sudah berakhir di awal 2006).

Mendadak, PCMAV muncul dan mengklaim SATU-SATUNYA ANTIVIRUS DI DUNIA YANG MAMPU MEMBASMI BRONTOK DAN VARIANNYA SAMPAI KE AKAR-AKARNYA. Kebetulan juga setelah dirilis oplah PCMedia naik tajam, popularitasnya pun semakin bertambah sampai sampai diwawancarai oleh (si sok) Roy Suryo! He3x

Ada banyak dugaan para praktisi sekuriti (entah benar atau tidak) yang mengatakan Brontok baru tersebut dibuat oleh pihak PCMedia (khusus banget katanya sih si Phardera yang bikin). He3x, mungkin hanya kecemburuan bisnis kaliii, atau mungkin benar? Yaa, pada salah satu seminarnya (yang saya ikuti, yang saya tata kepanitiannya) Anton pernah berkata bahwa kantornya untuk pertama kali terserang Brontok!

Mungkinkah serangan brontok di kantor PCMedia adalah rekayasa semata dari Phardera untuk meyakinkan sidang redaksi menerima usulannya tentang antivirus? He3x, sangat tidak mungkin perusahaan besar seperti PinPoint Publications, PCMedia dan saudara-saudaranya bisa terkena brontok kalau tidak [ada] pihak [dalam] yang menyebarkan

He3x, anggaplah dua paragraf diatas adalah tulisan konyol dan gosip banget, tapi yang berikut [dibawah] ini tidak konyol bung!

Kisah selanjutnya adalah PERTARUNGAN PHARDERA MELAWAN KECOAK. Singkat cerita, phardera masuk ke Kecoak.Or.Id, kemudian memasang muka memelas meminta diikutkan dalam proyek ezine kecoak dengan memberikan password dan akun di FTP kecoak, he3x bukannya mensukseskan proyek tersebut eh malah seluruh file dan folder pada direktori proyek ezine kecoak indonesia dihapus oleh Phardera. SO, tahu dunk akibatnya si phardera di keluarin dari Kecoak, dan diblacklist. Kutipan berikut diambil dari Kecoak.Or.id, yang disamping mengisahkan kronologis lamer phardera juga ke-lameran-nya dimilist kecoak, kekasarannya terhadap para ELITE Hacker Indonesia, dipecatnya dia [katanya secara tidak hormat] dari Mikrodata dan Elex Media, dan pengakuannya sebagai SUPER ELITE HACKER INDONESIA!

Posted on 4:10 PM by Unknown

No comments

Dari lima anak berbakat di bidang IT yang memaparkan karyanya di Aula Timur ITB, Jumat (11/2/2011) siang, duo bersaudara pembuat Program Antivirus Artav, Arrival Dwi Sentosa (13) dan Taufik Aditya Utama (18), mendapat sambutan paling meriah. Mereka digadang-gadang menjadi penampil pertama. Dan saat Artav (Arrival Taufik Antivirus) berhasil menemukan virus lokal bernama Yuyun yang bercokol di flash disk milik seorang panelis, para hadirin spontan berdiri dan menyambutnya dengan tepuk tangan meriah (standing ovation) untuk mereka berdua.

Kesuksesan Taufik dan Rival tidak hanya dibuktikan lewat tes di hadapan seratus lebih penonton, tapi bisa dilihat dari jumlah pengunduh Artav yang hingga Senin (14/2/2011) sore mencapai 300 ribu orang dari 60 negara. Bahkan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar pun berjanji akan membantu proses pengurusan hak paten Artav atas nama keduanya.

Dari segi fitur, aplikasi yang bisa diunduh gratis oleh setiap pengguna Internet ini memiliki beberapa keunggulan. Seperti fitur Anti Hacker yang bisa melindungi komputer dari upaya penyusupan, Mail Servis untuk mengidentifikasi dan membersihkan virus yang bersarang di kotak surat, dan Internet Security yang masih dalam tahap pengembangan. Juga ada fitur Scan USB untuk memastikan setiap FlashDisk yang dicolok ke komputer bebas dari virus.

Bagi Arrival dan Taufik, keberhasilan Artav mendeteksi virus tersebut merupakan buah kerja keras keduanya dalam mengembangkan aplikasi dan membangun database virus selama setahun terakhir. Meksipun berasal dari keluarga sederhana, mereka tidak pernah berhenti mengembangkan program antivirus yang semula diberi nama Eagel Protection.

Virus Bandel

Program antivirus Artav sebenarnya dimulai dari kekesalan dua remaja asal Bojongsoang ini yang setiap hari menemukan virus di komputer milik ayahnya. Mereka tidak habis fikir, mengapa virus-virus itu tidak kunjung teratasi setelah semua program antivirus dicoba. "Sampai akhirnya motherboard rusak. Saya kan kesel," Rival mengenang awal dimulainya proyek Artav.

Agar komputer tersebut bisa digunakan kembali, siswa kelas 2 SMP 48 Bandung ini berjibaku mengumpulkan uang bersama kakaknya Taufik untuk untuk membeli motherboard baru. Selain uang jajan, mereka juga menyimpan uang jatah lebaran yang biasanya digunakan untuk membeli baju baru. "Lebaran tahun 2009 kemarin kita terpaksa tidak beli baju baru. Uangnya dipakai buat beli motherboard," cerita Rival yang diamini Taufik.

Motherboard seharga Rp 450 ribu itu akhirnya bisa mereka beli, dan komputer sang ayah pun bisa berfungsi kembali.

Akhir Maret 2010, mereka mulai membuat rancangan aplikasi antivirus berbasis Visual Basic dengan fasilitas seadanya. Mereka hanya mengandalkan komputer milik ayahnya yang sehari-hari digunakan untuk memperbaiki ponsel pelanggan.

Pengumpul Virus

Dalam membangun Artav, Arrival dan Taufik melakukannya bersama-sama, termasuk dalam mengumpulkan database virus. Tapi secara umum, otak program ada di kepala Rival yang lebih banyak mengerjakan coding dan programming. Sedangkan Taufik yang saat ini duduk di kelas 2 SMA 25 Bandung berkonsentrasi di sisi interface dan desain tampilan.

"Pengembangan program sudah sering dilakukan. Mulai dari banyak error sampai penambahan fitur-fitur. Tapi kalau dari segi tampilan, kita melakukan tiga kali perubahan sampai akhirnya menemukan nama Artav," kata Taufik yang mengerjakan hampir semua detil tampilan Artav.

Sedangkan Rival bertugas membangun program dari nol dengan menggunakan program Visual Basic yang dikuasainya secara otodidak. Selama setahun terakhir, Taufik dan Rival juga mengumpulkan database virus dari satu warnet ke warnet lain. "Virus itu kan biasanya beredar di warnet lewat internet dan flashdisk," jelas Rival mengemukakan alasan pencarian virus lewat warnet.

Terlebih, lanjutnya, virus yang sulit dikenali dan dibasmi biasanya berasal dari virus lokal yang databasenya belum dimiliki program antivirus luar negeri. Jadi perburuan langsung ke lapangan merupakan cara paling efektif dalam membangun database virus, khususnya virus buatan programmer Indonesia.

Setiap pulang kerja, Rival menyempatkan mendatangi warnet-warnet di sekitar sekolah. Dia menghabiskan waktu dua jam di warnet, lalu melanjutkan penelitiannya di rumah hingga malam hari. Karena sering bolak-balik untuk mengumpulkan virus, beberapa penjaga dan pemilik warnet mengenalinya dan dengan senang hati membantnya.

"Kalau warnet yang sudah dikenal, saya biasanya nitip flashdisk (untuk menampung file bervirus). Pulang sekolah flashdisk bervirus itu saya bawa pulang," cerita Rival.

Dalam sehari, anggota forum game online Nyit Nyit ini mampu mengumpulkan hingga 20 virus. Setelah terkumpul, virus itu dibawa ke rumah untuk diteliti dan diambil algoritma virusnya. Pekerjaan mengumpulkan dan mengecek virus juga dibantu oleh teman-teman kelasnya. Teman-temannya di komunitas Kaskus juga ikut membantu melakukan tes periodik virus-virus yang telah dikumpulkan.

Saat ini, antivirus Artav mampu mengidentifikasi dan mengatasi 1.031 jenis virus dan ratusan ribu varian lainnya. "Enam puluh persen database virus yang ada di Artav merupakan virus lokal," kata Rival kepada Kompas.com, akhir minggu lalu.

Keluarga Sederhana

Melihat keberhasilan putra pertama dan kedua pasangan Herman Suherman dan Yeni Soffia ini dalam mengembangkan program antivirus Artav, sulit menduga keduanya berasal dari keluarga biasa yang tinggal di jalan Bojongsoang 72, Bandung, Jawa Barat. Untuk memenuhi kebutuhan harian, ayah mereka hanya mengandalkan penghasilan dari reparasi HP yang dibuka sejak tahun 2003. Sedangkan ibunya sehari-hari bekerja sebagai Kepala Sekolah TK.

"Sekarang buat makan saja tidak cukup. Apalagi untuk membiayai sekolah mereka," kata Herman.

Meskipun berasal dari keluarga biasa, bakat mengolah komputer mereka dapat dari sang ayah yang lulusan STM Elektronika 2 Bandung (sekarang SMK 4). Sebelum kena PHK berjamaah, Herman pernah bekerja sebagai supervisor dan programmer panaset Panasonic di PT Inti. Maka tak heran kalau kedua putranya sudah akrab dengan komputer sejak kecil.

"Taufik kenal komputer sejak kelas 3 SD. Kalau Arrival kelas 1 SD," cerita Herman tentang bakat kedua putranya.

Dari keduanya, antusias Rival dalam mendalami program komputer terlihat lebih besar. Saat duduk di kelas 3 SD, dia sudah fasih mengoperasikan Windows. “Kelas 5, Rival sudah mengotak-atik komputer. Dia juga sudah bisa merakit dan men-setup Windows sendiri,” tutur sang ayah.

Rival mengaku mendalami ilmu komputernya secara mandiri, dibantu bimbingan ayah dan dukungan ibunya. Selain mencari referensi di internet, Rival selalu mencatat judul-judul buku yang dibutuhkan untuk diserahkan ke ibunya. Setiap kali mendapat 'daftar belanjaan', sang ibu yang juga gemar membaca buku membelikan buku komputer dan anti virus untuk putranya di toko buku terdekat. "Kalau ada buku yang saya butuhkan, saya titip ke ibu dan minta dibelikan di toko buku," ujar Rival.

Lewat upaya menuntut ilmu sendiri ini, Rival bisa membuat program sederhana seperti program pemutar musik MP3 dan Pelacak Virus (virus scanner) meskipun belum tamat SD. Saat duduk di bangku SMP, penggemar game online ini terus mendalami kemampuannya menggunakan Visual Basic untuk membuat program-program dan kode game.

Artav Premium

Saat ditanya hambatan yang sering dihadapi dalam membuat Artav, Taufik dan Rival dengan santai menyebut faktor mati lampu yang kerap membuatnya harus mengulang pekerjaan yang sudah disusun berjam-jam sebelumnya. Pencarian database virus juga merupakan tantangan tersendiri yang sampai saat ini masih terus disempurnakan.

"Saya juga belum begitu mengerti soal jaringan. Makanya mau banyak belajar soal internet security dengan Pak Onoo (Onno W Purbo)," tutur Rival menyebutkan kesulitan yang dihadapi.

Dengan kelebihan yang telah dibenamkan ke dalam Artav, baik Taufik maupun Rival optimis program aplikasi ini akan menjadi nomor satu. Saat ini saja, Rival yang bercita-cita memiliki perusahaan sekaliber Microsoft sudah mendapat beasiswa sekolah dan hadiah laptop dari operator seluler XL sebagai salah satu bentuk dukungan. Pihak ITB sudah menyatakan kesediaannya membantu pengembangan program.

Ke depan, mereka berharap dapat merilis versi Premium dengan keunggulan lebih dibandingkan aplikasi gratis yang saat ini sudah sampai versi 2.5

Posted on 4:09 PM by Unknown

No comments