Showing posts with label Anti Virus. Show all posts
Showing posts with label Anti Virus. Show all posts

Tuesday, August 28, 2012

Kingsoft Antivirus merupakan antivirus berbasis tekonologi cloud, dimana antivirus akan menghubungi server cloud untuk melakukan scan terhadap file komputer. Tapi, berbeda seperti cloud antivirus lainnya yang sepertinya jadi tidak berguna saat terputus dari koneksi internet, Kingsoft Antivirus akan berubah mode ke heuristics dan behavior analysis saat komputer dalam keadaan offline. Selain itu, Kingsoft Antivirus juga menambahkan fitur lainnya yang secara proaktif melindungi program chatting, browser internet, dan file download.

Kingsoft Antivirus, download Kingsoft Antivirus, download free antivirus

Terdapat tiga pilihan scan pada Kingsoft antivirus 2012 :

- Full Scan | Memindai secara lengkap semua file pada harddisk

- Quick Scan | Memindai file sistem dan area penting lainnya

- Custom Scan | Memindai file melalui lokasi yang di pilih

Kingsoft antivirus juga menyertakan beberapa fitur lainnya untuk sistem pertahanan komputer :

- Web Defense

- IM Defense

- Video Defense

- Download Shield

- USB Defense

Download Kingsoft Antivirus 2012

Posted on 9:57 PM by Unknown

No comments

Bitdefender merupakan salah satu Antivirus paling terkenal dan beberapa kali menempati peringkat nomor 1 dari daftar 10 Antivirus terbaik (Top Ten Antivirus List). Kabar baiknya, Bitdefender kali ini telah meluncurkan software percobaan Bitdefender Total Security 2013 Beta yang dapat di download secara gratis. :D

download gratis bitdefender, download antivirus bitdevender, download bitdevender terbaru

Bitdefender Total Security 2013 Beta hadir dengan berbagai fitur baru dan juga update, seperti :

- Active Antivirus Control
- Antispam
- Antiphishing
- 2-way Firewall
- Rescue mode to restore PC
- Virtualized browser mode
- Vulnerability Scanner
- Autopilot mode
- Social networking protection
- Search advisor
- File shredder
- File encryption
- Secure backup
- Tuneup Utility

Berikut spesifikasi komputer yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan antivirus ini dengan maksimal (seperti game saja xD)

System Requrements :

Minimal :
- OS : Windows XP SP3, Vista SP2, Windows 7 SP1
- CPU : 800MHz processor
- RAM : 1 GB
- Ruang HDD kosong : 1.8 GB

Recommended :

- OS : Windows XP SP3, Vista SP2, Windows 7 SP1
- CPU : Intel Core Duo (1.66GHz)
- RAM : 1 GB untuk Windows XP, 1.5 GB untuk Vista dan Windows 7
- Ruang HDD kosong : 2.8 GB


Download Gratis Bitdefender Total Security 2013 Public Beta (32-bit)

Download Gratis Bitdefender Total Security 2013 Public Beta (64-bit)

Posted on 9:46 PM by Unknown

No comments

Tuesday, August 7, 2012

Anda yang biasa browsing di situs softpedia.com untuk mencari antivirus, tentu mengenal Blue Atom Antivirus. Tetapi, tahukah Anda siapa pencipta antivirus ukuran 2,5 MB yang mampu menjaring sekitar 4.000 virus dalam dan luar negeri itu?

Dia adalah Alvin Leonardo (14) siswa kelas IX E SMP Katolik Stella Maris, Surabaya.

Hebatnya, karya arek Suroboyo ini secara resmi telah mendapat garansi 100 persen clean oleh
 softpedia pada 19 Oktober 2009.

Meski menjadi salah satu penghuni kelas unggulan di sekolah, Alvin adalah sosok siswa bersahaja. Tak terlihat istimewa. Rambut pendek dan badan sedikit kurus. Tapi, ia memang lebih menguasai pemrogaman komputer dibanding rekan-rekannya.

Alvin mulai rajin mengotak-atik program komputer sekitar tiga tahun lalu. Saat itu, dia baru saja duduk di bangku SMP dan untuk pertama kali memegang komputer. Awalnya, dia hanya suka main game. Tapi, rasa ingin tahunya berkembang ketika melihat program visual basic dalam hard disk komputer.

“Waktu itu saya penasaran, program itu untuk apa? Cara kerjanya bagaimana? Lalu saya otak-atik sampai akhirnya tahu,” ujarnya. Kemampuan Alvin mengotak-atik program komputer didapat secara otodidak. Ia tidak pernah mengikuti kursus komputer atau mendapat bimbingan khusus di bidang pemrograman.

Hanya dalam kurun waktu sekitar dua tahun, Putra pasangan Muliani Tedjakusuma dan Surya Mutiara itu sudah menguasai bahasa pemrogaman visual basic, c#, dan asmbler (ASMX 86).

Kemampuan menguasai tiga jenis bahasa pemrogaman itulah yang mengantar Alvin membuat antivirus. Karya itu lahir dari keluhan orang-orang di sekitar. “Banyak saudara dan teman jengkel karena komputer atau flash disk diganggu virus. Saya lihat sistem kerja antivitus itu gampang, jadi saya buat sendiri,” ungkap anak tunggal itu.

Alvin berhasil menyelesaikan proyek antivirusnya pada September 2009. Semula ia menamakan karyanya Fire Antivirus. Tapi, karena nama itu sudah pernah ada, ia lalu mengubah dan memberi nama karyanya Blue Atom Antivirus. “Biru itu melambangakan ketenangan dan atom merupakan bagian terkecil dari semua benda, itu melambangkan antivirus saya yang kapasitasnya cukup kecil,” papar Alvin. Selanjutnya ia mendaftarakan karyanya ke softpedia secara online. “Saya sempat kesulitan mendaftar, karena harus mencari website yang bisa menjadi pengantar untuk masuk ke softpedia, karena saya tidak punya server sendiri. Tapi, akhirnya bisa menggunakan sourceforge,” terang Alvin.

Selang beberapa hari setelah mendaftar ke softpedia, Alvin mendapat jawaban melalui email yang menyatakan antivirus buatannya sudah lolos uji coba dan dijamin sehingga bisa diunduh secara langsung melalui softpedia.

Selain berkapasitas kecil dan bisa menyeleksi lebih banyak virus, Blue Atom Antivirus diklaim bisa bekerja dalam waktu singkat. Antivirus ini bisa digunakan untuk komputer dengan spesifikasi sederhana sekalipun.

Tidak puas dengan karya antivirus yang sudah mendapat sertifikasi softpedia. Alvin terus mengembangkan karyanya. Hasilnya, dalam waktu singkat ia sudah me-launching pengembangan antivirus Blue Atom karyanya dengan tambahan beberapa keunggulan. Versi baru Blue Atom

Antivirus kini dilengkapi karantina, clean, fitur antivirus untuk game yang disebut game mode dan fitur protective flashdisk. Pengembangan antivirus Blue Atom kembali didaftarkan Alvin ke Softpedia, Kamis (15/10). Ia berharap versi baru Blue Atom Antivirus bisa kembali mendapat lisensi dari Softpedia beberapa hari ke depan. “Kalau dapat lisensi lagi itu bisa menjadi hadiah ulang tahun,” harap bocah yang tinggal di Jl Muria Surabaya itu.

Pakar IT yang juga dekan FTIf ITS Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD menyatakan, bahasa pemrograman komputer tidak mudah dikuasai siswa, apalagi SMP.

“Kalau memang dia (Alvin) bisa menguasai bahasa pemrograman, berarti dia termasuk anak yang serius belajar, hebat dia,” puji Ryan. Terkait antivirus buatan Alvin, Ryan hanya mengingatkan bahwa sistem kerja antivirus adalah kemampuan untuk melihat sesuatu yang tidak wajar dalam kerja komputer.

Antivirus berfungsi untuk mendeteksi hal yang tak wajar itu untuk kemudian mengendalikannya. Karenanya, pembuat antivirus dituntut untuk terus mengupdate, supaya tetap bisa berfungsi baik jika sudah ditemukan virus-virus baru. “Anak-anak seperti dia perlu diperhatikan. Untuk meningkatkan kemampuan, dia bisa diikutkan lomba-lomba pemrograman,” tambah Ryan. Lebih lanjut, ia berharap potensi seperti Alvin bisa dibina untuk menjadi hacker ‘ilmu putih’ untuk menyosialisasikan fungsi penguasaan program komputer dan IT untuk membantu mencari solusi bagi segala keperluan.

Posted on 4:11 PM by Unknown

No comments

Siapa yang tidak kenal dengan Antivirus keluaran PCMedia sang PCMAV. Antivirus yang dideteksi oleh beberapa vendor antivirus luar negeri sebagai virus. Dalam Website resminya www.virusindonesia.com, mereka mengklaim bahwa PCMAV adalah satu-satunya antivirus di dunia yang paling tangguh untuk mengatasi virus komputer yang menyebar luas di Indonesia, baik jenis lokal maupun mancanegara (asing), secara akurat dan tuntas 100%..

Tapi apa anda tahu siapa sebenarnya sang pencipta PCMAV ini? apa anda tau pro dan kontra yang terjadi dalam PCMAV?

Pencipta PCMAV adalah Anton R Pardede

PCMedia Antivirus atau jamak disebut sebagai PCMAV, sebuah antivirus buatan PCMedia akhir-akhir ini kembali dideteksi oleh beberapa vendor antivirus luar negeri sebagai virus. Contoh yang paling ironik adalah terdeteksinya PCMAV sebagai virus oleh NOD32, AntiVir, AVG dll.

Nah, PCMAV melalui situs resminya di http://www.virusindonesia.com/ kemudian mengklarifikasi kejadian deteksi AVG,

Kasus yang paling ironik adalah terdeteksinya PCMAV oleh NOD32, padahal secara blak-blakan PCMedia menggunakan NOD32 sebagai software untuk scanning CD/DVD yang dipaketkan dengan majalahnya. Lah, padahal pada tiap footnote CD/DVD dicantumkan 100% Virus Free, ini bohong atau gimana?

Oke, mungkin kutipan-kutipan diatas belum bisa memberi gambaran tentang kecurigaan sejumlah vendor antivirus sehingga membuat mereka memutuskan bahwa PCMAV adalah virus (Trojan tepatnya). Namun kita bisa tarik sejarahnya ke belakang menyasar ke para pembuatnya

Yang mungkin kebanyakan dikenal adalah Anton Reinhald Pardede dan satu lagi adalah Arief Prabowo. Hmm, paling menarik adalah sejarah tentang Anton Pardede! Dia yang juga Chief Editor PCMedia, PCMild dan Chief Antivirus Researcher PCMedia.

Kelamnya Anton dulu.

Anton termasuk orang lama dalam dunia IT Indonesia, mungkin tepatnya sejak 95 keatas. Berpendidikan hampir sarjana, lalu bekerja disejumlah perusahaan sekuriti dan penerbitan.

Kisah anton tentang kesarjanaannya lumayan menarik, kuliah malas-malasan dan ingin nilai tinggi, akhirnya mengambil jalan pintas, merubah nilai-nilai di Univ. Binus. Itulah sebab kenapa dia di DO (Drop Out) dengan tidak hormat. Dan mengejutkan lagi, tindakan mengubah-ubah nilainya (dari D menjadi A) itu dilakukan tidak dengan tangan halus, Kasar, a.k.a Lamer! Dia merusak jaringan puskom Binus berbekal password curian. he3x

Kasus lain yang cukup heboh adalah menyebarnya virus Phardera pada sekitar tahun 1997-1999, yang merupakan virus Makro yang cukup merusak Microsoft Office pada waktu itu. Siapa yang membuatnya? Nicknamenya adalah Phardera, who is Phardera? He3x, ya si Anton Pardede! Kenapa? Lihat bukti kutipan berikut: (cari via google: Phardera Virus):

Kutipan diatas menggambarkan terdapat string pada Phardera.A, yang bertuliskan Anton R. Pardede dan Dianita SR, Jakarta, Batavia, Indonesia dll.

Mungkin anda yang kebetulan adalah pembuat virus, menganggap apa yang dilakukan anton adalah biasa saja. Tapi tunggu dulu bung! Anton a.k.a Phardera melakukannya waktu dia masih bekerja di PT Mikrodata bagian Antivirus dan kemudian dilanjutkannya di Elex Mediakomputindo, juga dibagian security antivirus!

Ironis buangeeetsss, apakah itu salah satu contoh dongeng bisnis kotor para vendor antivirus yang membuat virus yang menyebar luas supaya produk mereka laris. Dan memang terbukti antivirus yang (diklaim) dibuat oleh anton/phardera seperti CIH atau SVCIH laris dipasaran, Mikrodata kebanjiran order, Elex Media pun juga mendapat oplah lebih! Wah, parah ngga?

Sekarang kita tarik sejarah itu maju sedikit ke beberapa tahun kemudian, tepatnya akhir tahun 2005 awal 2006. Saat itulah PCMedia Antivirus (PCMAV) dirilis pertama kali pada Maret 2006. Menariknya beberapa bulan sebelumnya Indonesia dilanda epidemi virus Brontok baru yang dibuat dengan C++ (bukan lagi VB, padahal yang tersebar sourcenya itu VB ? :) dan demam brontok lawas sudah berakhir di awal 2006).

Mendadak, PCMAV muncul dan mengklaim SATU-SATUNYA ANTIVIRUS DI DUNIA YANG MAMPU MEMBASMI BRONTOK DAN VARIANNYA SAMPAI KE AKAR-AKARNYA. Kebetulan juga setelah dirilis oplah PCMedia naik tajam, popularitasnya pun semakin bertambah sampai sampai diwawancarai oleh (si sok) Roy Suryo! He3x

Ada banyak dugaan para praktisi sekuriti (entah benar atau tidak) yang mengatakan Brontok baru tersebut dibuat oleh pihak PCMedia (khusus banget katanya sih si Phardera yang bikin). He3x, mungkin hanya kecemburuan bisnis kaliii, atau mungkin benar? Yaa, pada salah satu seminarnya (yang saya ikuti, yang saya tata kepanitiannya) Anton pernah berkata bahwa kantornya untuk pertama kali terserang Brontok!

Mungkinkah serangan brontok di kantor PCMedia adalah rekayasa semata dari Phardera untuk meyakinkan sidang redaksi menerima usulannya tentang antivirus? He3x, sangat tidak mungkin perusahaan besar seperti PinPoint Publications, PCMedia dan saudara-saudaranya bisa terkena brontok kalau tidak [ada] pihak [dalam] yang menyebarkan

He3x, anggaplah dua paragraf diatas adalah tulisan konyol dan gosip banget, tapi yang berikut [dibawah] ini tidak konyol bung!

Kisah selanjutnya adalah PERTARUNGAN PHARDERA MELAWAN KECOAK. Singkat cerita, phardera masuk ke Kecoak.Or.Id, kemudian memasang muka memelas meminta diikutkan dalam proyek ezine kecoak dengan memberikan password dan akun di FTP kecoak, he3x bukannya mensukseskan proyek tersebut eh malah seluruh file dan folder pada direktori proyek ezine kecoak indonesia dihapus oleh Phardera. SO, tahu dunk akibatnya si phardera di keluarin dari Kecoak, dan diblacklist. Kutipan berikut diambil dari Kecoak.Or.id, yang disamping mengisahkan kronologis lamer phardera juga ke-lameran-nya dimilist kecoak, kekasarannya terhadap para ELITE Hacker Indonesia, dipecatnya dia [katanya secara tidak hormat] dari Mikrodata dan Elex Media, dan pengakuannya sebagai SUPER ELITE HACKER INDONESIA!

Posted on 4:10 PM by Unknown

No comments

Dari lima anak berbakat di bidang IT yang memaparkan karyanya di Aula Timur ITB, Jumat (11/2/2011) siang, duo bersaudara pembuat Program Antivirus Artav, Arrival Dwi Sentosa (13) dan Taufik Aditya Utama (18), mendapat sambutan paling meriah. Mereka digadang-gadang menjadi penampil pertama. Dan saat Artav (Arrival Taufik Antivirus) berhasil menemukan virus lokal bernama Yuyun yang bercokol di flash disk milik seorang panelis, para hadirin spontan berdiri dan menyambutnya dengan tepuk tangan meriah (standing ovation) untuk mereka berdua.

Kesuksesan Taufik dan Rival tidak hanya dibuktikan lewat tes di hadapan seratus lebih penonton, tapi bisa dilihat dari jumlah pengunduh Artav yang hingga Senin (14/2/2011) sore mencapai 300 ribu orang dari 60 negara. Bahkan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar pun berjanji akan membantu proses pengurusan hak paten Artav atas nama keduanya.

Dari segi fitur, aplikasi yang bisa diunduh gratis oleh setiap pengguna Internet ini memiliki beberapa keunggulan. Seperti fitur Anti Hacker yang bisa melindungi komputer dari upaya penyusupan, Mail Servis untuk mengidentifikasi dan membersihkan virus yang bersarang di kotak surat, dan Internet Security yang masih dalam tahap pengembangan. Juga ada fitur Scan USB untuk memastikan setiap FlashDisk yang dicolok ke komputer bebas dari virus.

Bagi Arrival dan Taufik, keberhasilan Artav mendeteksi virus tersebut merupakan buah kerja keras keduanya dalam mengembangkan aplikasi dan membangun database virus selama setahun terakhir. Meksipun berasal dari keluarga sederhana, mereka tidak pernah berhenti mengembangkan program antivirus yang semula diberi nama Eagel Protection.

Virus Bandel

Program antivirus Artav sebenarnya dimulai dari kekesalan dua remaja asal Bojongsoang ini yang setiap hari menemukan virus di komputer milik ayahnya. Mereka tidak habis fikir, mengapa virus-virus itu tidak kunjung teratasi setelah semua program antivirus dicoba. "Sampai akhirnya motherboard rusak. Saya kan kesel," Rival mengenang awal dimulainya proyek Artav.

Agar komputer tersebut bisa digunakan kembali, siswa kelas 2 SMP 48 Bandung ini berjibaku mengumpulkan uang bersama kakaknya Taufik untuk untuk membeli motherboard baru. Selain uang jajan, mereka juga menyimpan uang jatah lebaran yang biasanya digunakan untuk membeli baju baru. "Lebaran tahun 2009 kemarin kita terpaksa tidak beli baju baru. Uangnya dipakai buat beli motherboard," cerita Rival yang diamini Taufik.

Motherboard seharga Rp 450 ribu itu akhirnya bisa mereka beli, dan komputer sang ayah pun bisa berfungsi kembali.

Akhir Maret 2010, mereka mulai membuat rancangan aplikasi antivirus berbasis Visual Basic dengan fasilitas seadanya. Mereka hanya mengandalkan komputer milik ayahnya yang sehari-hari digunakan untuk memperbaiki ponsel pelanggan.

Pengumpul Virus

Dalam membangun Artav, Arrival dan Taufik melakukannya bersama-sama, termasuk dalam mengumpulkan database virus. Tapi secara umum, otak program ada di kepala Rival yang lebih banyak mengerjakan coding dan programming. Sedangkan Taufik yang saat ini duduk di kelas 2 SMA 25 Bandung berkonsentrasi di sisi interface dan desain tampilan.

"Pengembangan program sudah sering dilakukan. Mulai dari banyak error sampai penambahan fitur-fitur. Tapi kalau dari segi tampilan, kita melakukan tiga kali perubahan sampai akhirnya menemukan nama Artav," kata Taufik yang mengerjakan hampir semua detil tampilan Artav.

Sedangkan Rival bertugas membangun program dari nol dengan menggunakan program Visual Basic yang dikuasainya secara otodidak. Selama setahun terakhir, Taufik dan Rival juga mengumpulkan database virus dari satu warnet ke warnet lain. "Virus itu kan biasanya beredar di warnet lewat internet dan flashdisk," jelas Rival mengemukakan alasan pencarian virus lewat warnet.

Terlebih, lanjutnya, virus yang sulit dikenali dan dibasmi biasanya berasal dari virus lokal yang databasenya belum dimiliki program antivirus luar negeri. Jadi perburuan langsung ke lapangan merupakan cara paling efektif dalam membangun database virus, khususnya virus buatan programmer Indonesia.

Setiap pulang kerja, Rival menyempatkan mendatangi warnet-warnet di sekitar sekolah. Dia menghabiskan waktu dua jam di warnet, lalu melanjutkan penelitiannya di rumah hingga malam hari. Karena sering bolak-balik untuk mengumpulkan virus, beberapa penjaga dan pemilik warnet mengenalinya dan dengan senang hati membantnya.

"Kalau warnet yang sudah dikenal, saya biasanya nitip flashdisk (untuk menampung file bervirus). Pulang sekolah flashdisk bervirus itu saya bawa pulang," cerita Rival.

Dalam sehari, anggota forum game online Nyit Nyit ini mampu mengumpulkan hingga 20 virus. Setelah terkumpul, virus itu dibawa ke rumah untuk diteliti dan diambil algoritma virusnya. Pekerjaan mengumpulkan dan mengecek virus juga dibantu oleh teman-teman kelasnya. Teman-temannya di komunitas Kaskus juga ikut membantu melakukan tes periodik virus-virus yang telah dikumpulkan.

Saat ini, antivirus Artav mampu mengidentifikasi dan mengatasi 1.031 jenis virus dan ratusan ribu varian lainnya. "Enam puluh persen database virus yang ada di Artav merupakan virus lokal," kata Rival kepada Kompas.com, akhir minggu lalu.

Keluarga Sederhana

Melihat keberhasilan putra pertama dan kedua pasangan Herman Suherman dan Yeni Soffia ini dalam mengembangkan program antivirus Artav, sulit menduga keduanya berasal dari keluarga biasa yang tinggal di jalan Bojongsoang 72, Bandung, Jawa Barat. Untuk memenuhi kebutuhan harian, ayah mereka hanya mengandalkan penghasilan dari reparasi HP yang dibuka sejak tahun 2003. Sedangkan ibunya sehari-hari bekerja sebagai Kepala Sekolah TK.

"Sekarang buat makan saja tidak cukup. Apalagi untuk membiayai sekolah mereka," kata Herman.

Meskipun berasal dari keluarga biasa, bakat mengolah komputer mereka dapat dari sang ayah yang lulusan STM Elektronika 2 Bandung (sekarang SMK 4). Sebelum kena PHK berjamaah, Herman pernah bekerja sebagai supervisor dan programmer panaset Panasonic di PT Inti. Maka tak heran kalau kedua putranya sudah akrab dengan komputer sejak kecil.

"Taufik kenal komputer sejak kelas 3 SD. Kalau Arrival kelas 1 SD," cerita Herman tentang bakat kedua putranya.

Dari keduanya, antusias Rival dalam mendalami program komputer terlihat lebih besar. Saat duduk di kelas 3 SD, dia sudah fasih mengoperasikan Windows. “Kelas 5, Rival sudah mengotak-atik komputer. Dia juga sudah bisa merakit dan men-setup Windows sendiri,” tutur sang ayah.

Rival mengaku mendalami ilmu komputernya secara mandiri, dibantu bimbingan ayah dan dukungan ibunya. Selain mencari referensi di internet, Rival selalu mencatat judul-judul buku yang dibutuhkan untuk diserahkan ke ibunya. Setiap kali mendapat 'daftar belanjaan', sang ibu yang juga gemar membaca buku membelikan buku komputer dan anti virus untuk putranya di toko buku terdekat. "Kalau ada buku yang saya butuhkan, saya titip ke ibu dan minta dibelikan di toko buku," ujar Rival.

Lewat upaya menuntut ilmu sendiri ini, Rival bisa membuat program sederhana seperti program pemutar musik MP3 dan Pelacak Virus (virus scanner) meskipun belum tamat SD. Saat duduk di bangku SMP, penggemar game online ini terus mendalami kemampuannya menggunakan Visual Basic untuk membuat program-program dan kode game.

Artav Premium

Saat ditanya hambatan yang sering dihadapi dalam membuat Artav, Taufik dan Rival dengan santai menyebut faktor mati lampu yang kerap membuatnya harus mengulang pekerjaan yang sudah disusun berjam-jam sebelumnya. Pencarian database virus juga merupakan tantangan tersendiri yang sampai saat ini masih terus disempurnakan.

"Saya juga belum begitu mengerti soal jaringan. Makanya mau banyak belajar soal internet security dengan Pak Onoo (Onno W Purbo)," tutur Rival menyebutkan kesulitan yang dihadapi.

Dengan kelebihan yang telah dibenamkan ke dalam Artav, baik Taufik maupun Rival optimis program aplikasi ini akan menjadi nomor satu. Saat ini saja, Rival yang bercita-cita memiliki perusahaan sekaliber Microsoft sudah mendapat beasiswa sekolah dan hadiah laptop dari operator seluler XL sebagai salah satu bentuk dukungan. Pihak ITB sudah menyatakan kesediaannya membantu pengembangan program.

Ke depan, mereka berharap dapat merilis versi Premium dengan keunggulan lebih dibandingkan aplikasi gratis yang saat ini sudah sampai versi 2.5

Posted on 4:09 PM by Unknown

No comments

Pada mulanya di tahun 1989. Ketika sedang asik bekerja, tiba-tiba ada virus terdeteksi di komputer. Serangan virus pertama ke komputernya itu membuat Eugene Kaspersky semakin tertarik untuk mempelajari bidang virus dan antivirus. Sampai akhirnya, ia dikenal sebagai pencipta Kaspersky Anti-Virus.

Lahir di Uni Soviet, tepatnya di Novorossiysk tanggal 4 Oktober 1965, orang tua Eugene memberinya nama lengkap Evgeniy Valentinovich Kasperskiy Kesabaran dan ketenangan dalam mengamati program yang terinfeksi virus didapat dari hobi Eugene yang gemar memancing. Sedari kecil Eugene biasa memancing dengan kakeknya yang seorang jurnalis. Sering kali mereka menghabiskan seluruh waktu libur mereka hanya untuk memancing.

Tidak banyak informasi mengenai latar belakang Eugene selain pendidikan yang ditempuh serta informasi bahwa sekolahnya itu disponsori oleh kementerian pertahanan Rusia dan KGB. Lembaga intelijen yang terkenal di masa perang dingin Lulus dari Institute of Cryptography Telecommunications and Computer Science, perguruan tinggi yang ditempuh, Eugene bekerja sebagai peneliti. Lembaga tempat ia bekerja merupakan lembaga riset multi disiplin milik departemen pertahanan Uni Soviet dan berhubungan erat dengan KGB. Di situ ia memilih bidang virology dan pangkatnya adalah Letnan Senior (serupa Letnan Satu).

Bekerja di lembaga itu membuat Eugene bertemu istrinya, Natalia di pusat liburan milik KGB, Severskoye, Januari 1987. Kencan pertama mereka adalah saat Eugene bersama enam temannya
mendatangi pondok Natalia dan teman-temannya di suatu malam dengan membawa lilin di tangan.

Tidak lama kemudian, Eugene dan Natalia semakin dekat. Apalagi setelah itu mereka bekerja di perusahaan yang sama dan sering berlibur bersama.

Setelah menemukan ada virus di komputernya tahun 1989, Eugene tertarik untuk menganalisa lebih lanjut. Dalam waktu singkat, ia memahami cara kerja virus tersebut dan menulis program yang mampu mengembalikan fungsi-fungsi yang dirusak virus yang bersangkutan.
Saat itu Eugene tidak berniat membuat software antivirus. Apalagi mendirikan perusahaan pembuat antivirus. Ia hanya ingin menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk mengatasi masalah di komputer. Sialnya, setelah itu serangan virus datang tak henti-henti. Akhinya, mengumpulkan virus dan membuat program antivirus menjadi hobi barunya.

Lama-kelamaan, aktivitas berurusan dengan virus semakin banyak mengonsumsi waktu Eugene. Iapun memutuskan untuk memperkaya ilmu. Sejak tahun 1990 Eugene mulai mengikuti pertemuan antar programmer dan memublikasikan artikel di majalah Intercomputer.

Tidak lama, populerlah Eugene. Padahal, popularitas sangat bertentangan dengan kesatuan militer di mana ia bekerja. Akibatnya, setiap kali akan tampil menjadi pembicara, ia harus mendapatkan izin dari komandan. Demikian pula setiap kali tulisannya akan dipublikasikan.
Sebenarnya atasan Eugene setuju dan mendukung keinginan Eugene untuk menekuni hobinya.

Tetapi, meski ada dukungan, waktu yang dimiliki Eugene untuk mengurusi virus sangat terbatas. Atasannya tidak bisa membebaskan Eugene dari tugas-tugas rutin, hingga ia hanya punya waktu di malam hari untuk bermain dengan virus. Kebimbanganpun datang. Memilih untuk melanjutkan karir militernya, atau pekerjaan favorit barunya.

Dalam hati kecil, menurut Eugene membuat antivirus merupakan pekerjaan yang tepat. Maka di tahun 1991, memutuskan untuk berhenti jadi tentara. Padahal, berkarir di militer bisa memberikan jaminan hidup, mengingat saat itu situasi negeri penuh ketidak pastian.
Tidak mudah bagi Letnan Eugene Kaspersky berhenti dari militer. Untuk menghindari konflik, ia mengikuti seluruh prosedur pengunduran diri yang memakan waktu sekitar satu tahun. Iapun harus rela menerima catatan di surat pengunduran dirinya bahwa Eugene Kaspersky mundur dari militer karena ketidakmampuannya dalam bertugas.

Berhubung sudah populer, Eugene tidak bisa lama-lama jadi pengangguran. Padahal, terbersit keinginan dalam hatinya untuk sejenak beristirahat dan menikmati waktu luang. Baru dua minggu berhenti, ia sudah harus kembali kerja keras. Ketika itu tawaran datang dari tiga perusahaan komputer dan pilihan jatuh ke Kami Information Technologies Center. Eugene Kaspersky mulai bekerja di sana mulai 19 Mei 1991.

Walaupun bergerak di bidang komputer, Kami tidak terkait dengan pembuatan ataupun penjualan antivirus. Bahkan tidak ada divisi yang mengurusi antivirus. Karena reputasi yang dimiliki,

Kami langsung membuka divisi antivirus dan Eugene menjadi karyawan satu-satunya didivisi itu.

Sepuluh fakta tentang Eugene Kaspersky:

  1. Nama lengkapnya adalah Evgeniy Valentinovich Kasperkiy.
  2. Eugene Kaspersky lahir di Novorossiysk, 4 Oktober 1965.
  3. Eugene bertemu Natalia, istrinya di pusat liburan milik KGB.
  4. Gara-gara komputer Eugene terkena virus tahun 1989, Eugene tertarik untuk serius dibidang antivirus.
  5. Setelah berhasil merekrut Eugene, Kami langusung membuka divisi antivirus dan selama beberapa bulan Eugene menjadi karyawan satu-satunya di divisi itu.
  6. AVP, antivirus populer buatan Kami merupakan merek yang salah. Aslinya, Eugene ingin menjualnya dengan nama ATP.
  7. Penggunaan nama Kaspersky sebagai merek dagang adalah ide Natalia, istri Eugene Kaspersky. Eugene sendiri tidak setuju dengan itu.
  8. Menjadi orang terkenal tidak membuat Eugene Kaspersky berubah. Ia tetap hidup sederhana.
  9. Meski sudah bercerai dengan Natalia, Eugene dan mantan istrinya tetap bekerja untuk Kaspersky Lab.
  10. 10. Eugene Kaspersky masih tetap menjadi kontributor utama untuk portal sekuriti www.viruslist.com

Bekerja di Kami merupakan masa di mana Eugene akhirnya dapat mengeksplorasi seluruh kemampuannya. Tetapi, di Kami jugalah ia kehilangan seluruh waktu luangnya. Sebagai contoh, saat bekerja di Kami, dalam rentang waktu dari tahun 1991 sampai 1995, Eugene tidak pernah mengambil cuti. Libur cuma beberapa hari, paling banyak dua hari dalam sebulan ia libur bekerja.

Sedikit demi sedikit, divisi antivirus di Kami berkembang. Tahun 1992, Eugene mendapatkan tambahan 2 tenaga SDM di divisinya. Akhirnya ia bisa kembali berkonsentrasi mempelajari virus baru dan mencari metode untuk mengatasi serta mengembalikan seluruh fungsi akibat serangan virus. Pengembangan antivirus dan pembuatan beberapa utility pendukungnya diserahkan ke kawan-kawan barunya.

Akhir 80 sampai awal 90-an merupakan era yang berat. Program antivirus buatan Eugene bukanlah yang pertama dan belum banyak dikenal. Kompetitornya seperti McAfee dan Doctor Solomon merupakan penguasa pasar saat itu. Tahun 1992, kompetitor baru yakni Norton

Antivirus mulai hadir. Di sisi lain, kompetitor lainnya asal Rusia juga sangat aktif. Saat itu ada lusinan software antivirus lokal beredar di pasaran. Contohnya Aidstest milik Dmitry Lozinsky yang menguasai 90% market share di Rusia. Tetapi Eugene tak gentar. Ia berambisi untuk membuat program antivirus terbaik di dunia.

Pada tahun 1994, kesempatan datang. Antivirus buatan Eugene memenangkan penghargaan dari University of Hamburg, Jerman. Dari beberapa program yang dicoba oleh kampus, produk Eugene-lah yang paling banyak berhasil mengenali virus. Program buatan Eugene bisa ikut serta karena Vasely Bonchev, karyawan di Hamburg University masih mengenal Eugene. Mereka pernah bertemu di sebuah seminar para programmer di tahun 1990.

Hal yang unik terjadi ketika Eugene mengirimkan software antivirus ke University of Hamburg. Maksud hati, ia mengirimnya dengan nama AntiViral Toolkit Pro dan disingkat menjadi ATP. Tetapi ia salah ketik. Software antivirus tersebut terkirim dengan nama AVP.zip dan oleh pihak kampus didaftarkan sebagai AVP. Ketika sadar, ia mengirim e-mail pada pihak kampus untuk mengubah namanya menjadi ATP. Terlambat, software sudah terlanjur didaftarkan dan diuji coba oleh banyak pengamat dan pengguna sebagai AVP.

Sebelum memenangkan penghargaan, Kami dalam kondisi sulit. Antivirus kurang laku. Akibat kurang berpengalaman di bidang penjualan software, pengguna yang membeli antivirus buatan Kami-pun tidak dicatat. Walau ada pemasukan, jumlahnya tidak cukup. Penghargaan dari University of Hamburg mengubah semuanya. Distributor yang tertarik untuk menjual AVP mulai berdatangan, bahkan luar negeri seperti Italia dan Swiss. Meskipun saat itu produk antivirus buatan Kami tetap belum banyak menghasilkan, tetapi setidaknya jalan Eugene untuk membuat antivirusnya disebarluaskan ke seluruh di dunia mulai terbuka.

September 1994, istri Eugene, Natalia Kaspersky bergabung dengan divisi antivirus sebagai manajer marketing. Tugasnya adalah membenahi penjualan dan marketing produk antivirus yang dibuat suaminya. Pertengahan 90-an, Kami menandatangani kontrak dengan F-Secure asal Finlandia, G-Data asal Jerman dan Vintage Solutions dari Jepang. Tiga perusahaan antivirus tersebut menggunakan engine antivirus buatan Eugene. Sebagai imbalannya, Eugene-pun mendapatkan kucuran dana untuk melakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut. Dari partner-partner baru tersebut Eugene juga banyak belajar mengenai bagaimana berbisnis antivirus dengan baik.

Masalah baru kemudian muncul. Berhubung tidak menguasai ilmu bisnis, merek dagang AVP hanya dipatenkan di Rusia. Akibatnya, muncul AVP-Austria, AVP-Brazil, AVP-Malaysia, dan lain-lain. Yang paling merugikan adalah kejadian di Amerika Serikat. Salah satu partner mereka membuat website www.avp.com. Di situ disebutkan bahwa mereka adalah vendornya. Eugene tidak bisa menuntut karena di halaman terakhir website tertulis, meskipun kecil, bahwa seluruh hak cipta dimiliki oleh Eugene Kaspersky. Partner Amerika tersebut juga tidak melanggar kontrak yang sudah disepakati. Untuk membatalkan kontrak, Eugene terpaksa harus menyewa sejumlah pengacara Amerika dan itu menyedot banyak sekali biaya.

Tahun 1996, Kami makin terperosok ke dalam krisis keuangan. Natalia-pun mengambil tindakan. Setelah berulangkali menawarkan suaminya untuk memulai bisnis antivirus sendiri dan ditolak, akhirnya pada musim panas 1997 divisi antivirus di Kami memisahkan diri dan berdiri sendiri. Natalia Kaspersky menjadi pemimpin umum dan Eugene Kaspersky konsentrasi di pengembangan produk.

Setelah membuat perusahaan, nama perusahaan dan merek dagang tentu dibutuhkan. Natalia ingin menggunakan nama Kaspersky tetapi Eugene ngotot, tidak setuju. Berhubung ia tidak bisa memberikan alternatif yang lebih baik, akhirnya sejak November 2000 Kaspersky digunakan sebagai merek dagang dan Kaseprsky Lab sebagai nama perusahaan. Keputusan Natalia ternyata tepat. Nama Kaspersky sudah populer di kalangan pengguna komputer, terutama di Rusia. Tetapi, untuk menembus pasar internasional dan menjadi pemain besar di bidang antivirus bukanlah hal yang mudah. Kaspersky membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menjadi besar dan dikenal di seluruh dunia. Kini, meskipun sudah memiliki popularitas dan menjadi selebriti di dunia IT, Eugene Kaspersky tidak berubah. Ia tetap menjadi orang yang sederhana yang senang mengenakan pakaian kasual. Ia mengemudikan mobil buatan VAZ, produsen otomotif Rusia tahun 99, menggunakan ponsel yang cukup lawas, dan lebih memilih penerbangan kelas ekonomi dibandingkan kelas bisnis atau eksekutif. Untuk berlibur, Eugene juga lebih memilih berkendara mengelilingi pulai di kawasan laut mediterania, atau berjemur di pantai layaknya turis biasa. Sebagai wujud pengabdiannya pada dunia virus dan antivirus, ia juga menjadi kontributor utama untuk sebuah portal sekuriti yakni www.viruslist.com

Posted on 4:07 PM by Unknown

No comments


smadav sudah dikembangkan sejak oktober 2006 oleh zainuddin nafarin (waktu itu sang founder/programmer masih kelas xi atau 2 sma). Sejak ada beberapa temannya yang meminta dia agar membersihkan komputernya dari virus-virus lokal yang menjengkelkan, padahal dia juga masih cukup awam tentang virus lokal waktu itu. Ada 2 yang menjengkelkan disini, pertama virus lokalnya sendiri. Kedua, dia harus datang ke rumah masing-masing temannya tersebut untuk “membantu” membersihkan virus lokal di komputernya secara manual. Karena hal inilah mau tidak mau harus mau agar temannya tetap terbantu dan dia tidak repot lagi, sejak saat itu dia mulai mengembangkan aplikasi pembersih virus, smadav.

Kenapa namanya smadav? Dinamakan smadav karena sang founder/programmer adalah sman-2 palangkaraya, biasa dipanggil smada. Jadi, smadav=smada+av (smada antivirus). Kenapa harus smada? Karena dia baru belajar programming sejak awal kelas xi (sejak dia menemukan visual basic di lab smada) dan bahkan dia baru punya komputer pas pertengahan kelas x.

Zainuddin nafarin mengembangkan smadav sejak oktober 2006, tanpa henti sampai akhirnya stop di bulan mei 2007 dan baru mulai lagi sekarang. Kenapa? (kayaknya banyak yang nanya gini, tapi belum pernah dia jawab. Karena pada mei 2007 dia akan mengikuti olimpiade matematika tingkat provinsi (lho kenapa ga ikut olimpiade komputer? Karena sejak kelas x sudah ikut matematika, waktu itu dia pikir untuk sementara harus konsen dulu ke olimpiade. Tapi karena dia (kebetulan) lolos lagi sampai tingkat nasional, mau tidak mau dia tetap konsentrasi di olimpiade sampai akhir oktober 2007. Setelah olimpiade berakhir, lagi-lagi dia pikir belum memungkinkan untuk kembali mengembangkan smadav, kenapa? Karena waktu itu sudah kelas xii (3 sma). Dia pikir sejak awal, dia harus bersiap-siap belajar habis-habisan bukan hanya untuk menghadapi un (6 mata pelajaran tapi juga tes masuk universitas. Setelah semuanya berakhir dan (untungnya) dia bisa diterima di ugm di jurusan matematika, dia pikir saat inilah waktu yang tepat untuk mengembangkan lagi smadav. Walaupun sekarang dia adalah mahasiswa dan hanyalah anak kost, dia akan mencoba semaksimum mungkin untuk mengembangkan smadav. Mohon do’a dan sedikit donasi (jika anda merasa terbantu agar smadav terus maju.

smadav dibuat menggunakan visual basic, tidak menggunakan delphi, c/c++ atau bahkan assemby. Kenapa? Dari awal dia sudah terlanjur fokus pada visual basic dan juga akan membutuhkan waktu yang cukup lama jika harus mengkonversi source code smadav (lebih dari 10000 baris) dari visual basic ke bahasa pemrograman lainnya. Selain karena dia harus mempelajari ulang bahasa pemrograman baru tersebut, dia juga disini hanya sendiri dan tidak mempunyai waktu yang banyak untuk mengembangkan smadav, karena dia juga harus memenuhi kewajibannya untuk kuliah dan mendapatkan ip tinggi.

Kelebihan menggunakan visual basic, smadav menjadi lebih mudah dan cepat untuk dikembangkan dibandingkan bahasa pemrograman lainnya yang lebih rumit apalagi assembly dan juga ukuran file exe smadav lebih kecil dibandingkan dengan delphi.

Kekurangannya menggunakan visual basic, smadav memerlukan file msvbvm60.dll yang sebenarnya memang selalu ada di sistem windows 2000, xp, dan vista. “jika file ini dihapus oleh virus”, otomatis smadav dan semua aplikasi visual basic lainnya tidak dapat dijalankan di komputer tersebut. Tapi, hal ini bisa diatasi dengan mendownload file msvbvm60.dll dan meletakkannya satu folder dengan smadav.

Posted on 4:06 PM by Unknown

No comments

Sunday, July 29, 2012

Artikel Pusat Download Free Antivirus ini semoga bisa membantu mengarahkan pengunjung untuk mempermudah mendapatkan website yang menyediakan antivirus gratis untuk dapat digunakan membersihkan virus.

Selain download software antivirus juga ada scan virus online, untuk memilih mana yang lebih baik, semua tergantung kepada pengunjung sendiri, tinggal pilih saja mana yang ingin di lakukan, mau download atau hanya sekedar scan online.

Semoga Pusat Download Free Antivirus ini bisa membantu pengunjung mendeteksi virus di komputer anda.



Posted on 4:40 PM by Unknown

No comments

oke... langsung aja ye.,...
mungkin udah pada tau ya ...gimana cara membuat AUTORUN pada flashdisk..nah disini kita
akan memanfaatkan script untuk membuat autorun tersebut untuk mengaktifkan anti virus yang
nantinya akan kita copy pada flashdisk kita.. #
software pertama yang kita perlukan ya jelas aja ANTIVIRUS berukuran kecil (banyak
berserakan di internet,,tinggal tanya aja ama paman google:-)..)contohnya aja PCMAV,
ANSAV..dll..pokoknya banyak dah...(tapi penulis lebih sering pake PCMAV...abiz ukurannya
kecil banget ..!!gak sampe 1 MB euy.n'tampilannya yang familiar buat semua orang...)
oke deh...kita buat script dulu untuk autorun di Flasshdik kita....
tinggal ketik aja di notepad

|---------------------------------------------------------------------------------------|
| |
|[AutoRun] |
|open=namaantivirus.exe |
|shellexecute=namaantivirus.exe |
|shell\Scan_Viruz_dulu_Donkz:-)_!!!\command=namaantivirus.exe |
|shell=Scan_Viruz_dulu_Donkz:-)_!!! |
| |
|---------------------------------------------------------------------------------------|
udah ente copy pa belum tu script...??
kalo udah ya lanjut donk mas...................
kita save dengan nama "autorun.inf"(gak pake tanda kutip) di flashdisk kita
sekarang tinggal kita copy aja antivirus yang mau kita masukin ke flashdisk..!!!
(inget....kalo ngopy file autorun n' antivirusnya bukan di dalam folder..)
jadi deh..^_^!!kalo mau scan virus tinggal double click aja tuh drive flashdisk kita!!
kalo kita klik kanan drive flashdisknya bakalan ada tambahan kata di atas kata
AUTOPLAY.
Scan_Viruz_dulu_Donkz:-)_!!!................xixixixiixixix

kalo mau di ubah ya kita tinggal ganti aja kata-kata yang ada di dalam script...!
|-----------------------------------------------------------------------|
| shell\kata-kata_anda\command=namaantivirus.exe |
| shell=kata-kata_anda |
|-----------------------------------------------------------------------|
lho...gimana cara buka flashdisknya neh???
xixiixixiix.....gak mungkin lah gak pada tau.,...tinggal klik kanan aja drivenya truz pilih
open...!@
oya...gak bagus ya kalo di dalam flashdisk kita ada keliatan nama file AUTORUN n'
antivirusnya...ngerusak pemandangan geto....
kalo gitu tinggal kita ubah aja attributnya jadi super hidden:-)
(tu bahasa gaulnya)hehehehe..............
caranya...???
sekali lagi sory buangetzzz buat para master master di yogyafree yang pastinya udah pada tau
cara beginian...,.karena artikel ini ditujukan buat para NEWBIE...xixiixixixi
|-----------------------------------------------------------------------------------------|
| |
|-buka RUN dari start menu ` |
|-terus ketik cmd |
|-abiz tu....kita masuk ke dalam drive flashdisk (biasanya drive f:) |
|-udah gitu ya kita tulis commandnya |
| f:\>attrib +h +s namaantivirus.exe (buat hidden antivirusnya) |
| f:\>attrib +h +s autorun.inf (buat hidden file autorun) |
| |
|-----------------------------------------------------------------------------------------|
tara............ilang deh file nya/.......................

flashdisk siap dipergunakan:-)
huh....selesai deh proyek kita.....
xixiixixixi.........................
sory buat kru x-code yang mungkin udah mengkel baca ni artikel karena udah basi...!!
tapi inget.....masih banyak para newbie di sekitar kita yang membutuhkan ilmu seperti ini..

Posted on 4:14 PM by Unknown

No comments

khir-akhir ini banyak sekali virus computer yang bermunculan khususnya yang sangat menyebar luas yaitu virus yang *** membuat folder menjadi super hidden…cape deh…hehehehe(^_^) pernah kah teman-teman mengalami folder anda hilang? atau folder anda isinya kosong alias tidak ada file satu pun?? Di dalam flasdisk kesayangan anda. Padahal anda yakin bahwa data yang anda masukan telah di simpan di folder tersebut. Tidak usah bingung teman-teman kita coba kembalikan data yang telah di Hidden oleh virus dengan trik sederhana ini semoga bisa bermanfaat.


Gambar 1. : proses pembukaan aplikasi notepad
clip_image002Gambar 2. : Perintah-perintah yang kita ketikan kedalam notepad
clip_image003Gambar 3. : Kita lakukan Save As…
clip_image004 
Gambar 4. : Menyimpan file sebagai batch file
Setalah muncul kotak dialog Save As, tentukan terlebih dahulu lokasi folder tempat anda akan menyimpan file ini. Pada dropdwon Save as type, pilih All Files. Selanjutnya pada File name, isikan nama file Anda. Perhatikan, agar file anda tersebut dapat tersimpan sebagai file batch anda perlu menambahkan ekstensi “.bat” (titik bat) di belakang nama file tersebut.
clip_image005
Gambar 5. : Tampak file *.bat di Windows Explorer
Anda bingung maksud perintah tersebut? Berikut merupakan penjelasannya:
  • echo : berfungsi untuk menampilkan pesan, keterangan atau komentar oleh user, ketika berada dalam kondisi-kondisi tertentu.
  • Attrib : merupakan perintah dasar yang di gunakan untuk mengatur atribut suatu file.
  • -s : setelah attrib ditujukan untuk mencabut atau melepas system file.
  • -h : ditujukan untuk mencabut atau melepas hidden file.
  • * : mewakili semua file.
  • /s : melakukan pencarian file sesuai dengan nama yang di tentukan dalam suatu folder hingga ke sub-sub foldernya (bila ada).
  • /d : biasa di gunakan unuk mendampingi penggunaan “/s”
jadi kita tinggal copy kan saja file unHidden.bat yang telah kita buat kedalam dalam flashdisk kesayangan kita....(^_^) jika mengalaminya folder kita hidden klik saja file unHidden.bat yang berada di flashdisk. Klo kita menggunakan antivirus sebaiknya sering-sering ya update…. ..(^_^)
Selamat mencoba..:)

  

Posted on 4:11 PM by Unknown

No comments

Thursday, May 17, 2012

1. Buka halaman web di http://www.softpedia.com/get/Antivirus/Rizone-Virus-Cleaner.shtml lalu klik tombol Download untuk mengunduh.
2. Lakukan ekstraksi pada file virusclean.zip yang kamu unduh.
3. Klik dua kali pada file ekstraksi untuk menjalankan Rizone Virus Cleaner.
4. Tentukan drive yang akan dipindai lalu klik Go. Kamu akan melihat proses scan yang terjadi, di antaranya Total Scanned, Scanned, Parasites, dan Infections. Penggunaan Rizone Virus Cleaner sangat memudahkanmu melindungi USB drive agar tidak menjadi pembawa virus dari lokasi publik. Sebelum memulai pekerjaan pada lokasi publik, jalankan proses scan untuk memastikan bahwa semua yang kamu lakukan aman dari virus.

Posted on 3:23 PM by Unknown

No comments